Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Jumlah Perokok Indonesia Dua Kali Lipat Penduduk Malaysia

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan, menyatakan bahwa jumlah perokok di Indonesia dua kali lipat melebihi total jumlah penduduk Malaysia.
"Perkiraan saya, hingga saat ini setidaknya ada 65 juta orang yang merokok setiap hari. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding dengan total jumlah penduduk Malaysia yang berjumlah sekitar 27 juta," kata Abdillah, Selasa.
Abdillah, salah satu pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), mengatakan bahwa perokok berusia 15 tahun ke atas mengalami kenaikan hingga 7,7 persen sejak 1995. Jumlah perokok remaja pada 1995 naik 27 persen. Sekarang jumlahnya naik sekitar 34,7 persen.
Abdillah mengatakan jumlah perokok laki-laki dewasa pada tahun 1995 mencapai 53 persen. Namun, pada tahun 2010, jumlah perokok pria meningkat menjadi 66 persen.
"Jika di tahun 1995 satu dari dua laki-laki dewasa merokok, pada tahun 2010 meningkat menjadi dua dari tiga laki-laki dewasa yang merokok," kata Abdillah.
Sementara itu, jumlah perokok perempuan pada tahun 1995 tercatat sebesar 1,7 persen dan meningkat menjadi. 4,2 persen pada tahun 2010. Menurut Abdillah, penyebab meningkatnya jumlah perokok di Indonesia karena lemahnya peraturan pengendalian konsumsi rokok.
[ Read More.. ]

Bahaya Duduk di Samping Jendela Selama Penerbangan

Saat melakukan check-in, banyak penumpang pesawat yang meminta kursi disamping jendela agar dapat menikmati pemandangan. Namun, penelitian terbaru justru menyarankan seseorang untuk memilih tempat duduk yang jauh dari jendela.
Penelitian terbaru telah membuktikan duduk di samping jendela selama penerbangan berdampak buruk bagi kesehatan.
Para ahli dari American College of Chest Physicians menjelaskan bahwa duduk di kursi pesawat dekat jendela cenderung membuat seseorang malas bergerak. Selain itu, banyak penumpang yang duduk di dekat jendela merasa 'ribet' jika harus melewati penumpang di sebelahnya.
Bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh, duduk diam selama lebih dari 8 hingga 10 jam berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah (Deep Vein Trombosis/DVT), terutama bagi ibu hamil, orangtua, dan perempuan yang mengonsumsi pil kontrasepsi.
DVT merupakan bentuk penggumpalan darah di bagian kaki. Kondisi ini cukup serius, karena terkadang bekuan tersebut bisa pecah dan mengalir melalui peredaran darah ke organ-organ vital dan bisa menyebabkan gangguan hingga kematian.
Sebelumnya, DVT ini selalu dianggap sebagai sindrom kelas ekonomi, yang seolah-olah DVT menyerang penumpang di kelas ekonomi. Namun, peneliti menegaskan kasus ini juga banyak terjadi pada penumpang kelas ekonomi bisnis dan eksklusif.
"Penerbangan dengan kelas ekonomi tidak meningkatkan risiko DVT, melainkan disebabkan oleh lamanya duduk di kursi yang membuat seseorang tidak bergerak. Duduk di dekat jendela membatasi pergerakan, sehingga memicu risiko DVT," Dr Mark Crowther dari McMaster University di Ontario, Kanada, dilansir melalui Dailymail, Rabu (8/2).
Para dokter menganjurkan para penumpang pada penerbangan jauh untuk sering berjalan dan berdiri sepanjang lorong atau pergi ke toilet, meregangkan otot betis mereka dan mengubah posisi duduknya.
Penelitian lain di tahun 2007 menemukan penumpang dengan penerbangan jarak jauh memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami DVT, terutama wanita dan mereka yang tinggi badannya lebih dari enam kaki, lebih pendek dari 5,4 kaki atau kelebihan berat badan.
[ Read More.. ]

Hukuman Fisik Membuat Anak Lebih Agresif

Memberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.

Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.

Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.

"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.

Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.
[ Read More.. ]

Curhat di Twitter Berdampak pada Kognitif

Jejaring sosial tak hanya sekedar tempat untuk mendapatkan teman baru di dunia maya. Ternyata, jejaring sosial juga menjadi wadah bagi seseorang untuk mengeluarkan semua unek-uneknya.

Menurut Irwan Hidayana, antropolog dari Universitas Indonesia, masyarakat, khususnya remaja, memerlukan ruang untuk mengekspresikan dirinya. Sayangnya, keterbatasan ruang ini menyebabkan mereka mengekspresikannya melalui jejaring sosial, seperti Twitter.

"Remaja tak bisa mengekspresikan bad mood-nya kepada orangtua mereka, bahkan anak-anak yang tidak tinggal serumah dengan orangtuanya, seperti anak kos. Mereka tak punya penyaluran ekspresinya, sehingga melampiaskanya kepada jejaring sosial," paparnya.

Irwan mencontohkan masyarakat kota yang memiliki mobilitas tinggi, artinya kini banyak orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, menyebabkan komunikasi anak dan orangtua terganggu.

Jejaring sosial dianggap menjadi cara terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan perhatian. "Saat seseorang ngetweet ekspresi bad mood di Twitter, mereka sebenarnya menginginkan adanya pertolongan dari orang lain mengenai apa yang mereka rasakan," tambah Psikolog Dr. Rose Mini A.P., M.Psi.

Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari mengekspresikan bad mood di Twitter justru bukanlah tindakan yang bijaksana. "Belum tentu tweet yang kita tulis akan di-reply dengan apa yang kita harapkan. Justru ujung-ujungnya malah tweetwar, tidak ada pertolongan dan menjadi lebih galau," jelas Rose Mini.

Lebih lanjut Rose Mini menjelaskan bahwa suasana hati seseorang akan berpengaruh pada kognitif. Sehingga perlu ditegaskan bahwa bad mood itu harus dilawan, seperti menguatkan pemikiran positif. "Orang bad mood tidak dapat bekerja secara optimal karena pemikirannya jelek terus, auranya tidak bagus. Energinya juga mudah habis, sehingga merasa lebih mudah lelah," ungkapnya.

"Kalau sedang bad mood memang banyak orang mencari Twitter dan diary. Mencurahkan unek-unek memang membuat perasaan lebih lega, sayangnya tidak pada respons yang diharapkan. Alihkan dengan menyalurkan pada kegiatan yang menyenangkan bagi kita, seperti hobi." tungkasnya.
[ Read More.. ]

Survei: Rabu Dianggap Hari Ter-Bad Mood

Banyak orang malas untuk bertemu hari Senin, terlebih setelah melewati akhir pekan. Saking malasnya, 'I Hate Monday' menjadi istilah populer untuk menggambarkan hari Senin sebagai hari ter-bad mood.

Sayangnya, survei terbaru mematahkan anggapan tersebut. Survei yang dilakukan oleh brand 'Mizone' bekerja sama dengan Media Wave justru menemukan kalau hari Rabu menjadi hari ter-bad mood, mengalahkan hari Senin.

Survei ini dilakukan dengan mengamati tweet-tweet para pengguna jejaring sosial, Twitter. Survei yang dilakukan sejak Desember lalu ini menghitung tweet para pengguna Twitter yang mendeskripsikan ekspresi bad mood, seperti parah, malas, bete, kesel, gak enak, sakit, galau, lama dan payah.

"Survei ini dilakukan dengan memilah kicauan yang mendeskripsikan ekspresi bad mood dan good mood, dan ditemukan jumlah tweet bad mood lebih banyak dibandingkan good mood pada hari Rabu dibandingkan hari-hari lainnya," papar Danur Tejawati selaku Brand Manager Danone AQUA, saat ditemui dalam Mizone City Project, Plaza Indonesia, Rabu (8/2).

Danur menjelaskan bahwa tweet-tweet tersebut diamati dari pengguna Twitter yang berasal dari 9 kota besar di tanah air, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Malang, Bali, Palembang dan Medan.

Dari hasil survei ini juga ditemukan sekitar 2,8 juta tweet dimana orang Indonesia mengekspresikan perasaan bad mood, lebih banyak jika dibandingkan hanya 2 juta tweet good mood setiap bulannya.

"Fenomena bad mood menjadi marak diekspresikan para penduduk kota besar, terutama generasi muda menggunakan sosial media. Inilah yang membuat Mizone tergerak melakukan survei ini, apalagi kini hampir semua orang memiliki Twitter," tambahnya.
[ Read More.. ]

Senin, 06 Februari 2012

Agar Gaji Bulanan tidak Jebol

Perlu cara yang bijak untuk mengelola finansial agar gaji yang Anda peroleh tiap bulan tidak jebol alias habis sebelum waktunya.
Prita Hapsari Ghozie, MCom, CFP, Chief Financial Planner dari ZAP Finance, mengungkapkan beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengelola keuangan:
1. Dibagi per pos
Nah, selama ini, bagaimana Anda mengatur alokasi pos pengeluaran? Tugas pertama Anda adalah mencatat paling tidak tiga bulan ke belakang untuk apa saja penghasilan yang diperoleh setiap bulan itu terpakai. Gunanya, agar Anda bisa mengetahui kemampuan, dan juga mengetahui pos-pos mana yang bocor.
Secara umum, pengeluaran rumah tangga dapat dikategorikan menjadi pos pengeluaran hidup rutin, pos pengeluaran tabungan dan investasi, pos cicilan utang, dan pos pengeluaran gaya hidup. Karyawan baru pada umumnya banyak punya kemauan tetapi sadar kemampuan finansial ada batasnya, maka jalan satu-satunya adalah membuat anggaran atau rencana pengeluaran.
“Jadi, harus ditentukan, berapa uang yang dikeluarkan untuk masing-masing pos,” ucap Prita.
2. Jangan dilanggar
Bagaimana jika pos sehari-hari selalu besar pasak daripada tiang?
Tentu tidak boleh mengambil dari pos lain, tabungan misalnya. Tujuan membuat anggaran itu adalah supaya pengeluaran terarah dan sesuai dengan rencana finansial kita. Kunci anggaran yang sukses adalah realistis dan disiplin. Salah satu caranya adalah membuat rekening-rekening terpisah untuk urusan belanja bulanan, bayar tagihan utilitas, rekening investasi, dan rekening khusus seperti “My shopping account ” atau “Spa for me”.
3. Debit otomatis
Karyawan juga harus punya instruksi debit otomatis ke masing-masing rekening. Namun, bisa juga, setiap tanggal gajian langsung sebarkan dananya menurut anggaran ke rekening-rekening tersebut. Jika tidak terbiasa dengan transaksi elektronik, gunakan metode amplop. Isilah amplop sesuai dengan anggaran bulan itu. Kalau sudah mulai tipis, padahal belum akhir bulan, ya terpaksa harus berhemat.
Karyawan baru yang belum punya tanggungan, harusnya juga bisa menyisihkan minimal 20 persen dari gaji bulanan untuk investasi. Investasi yang disarankan tentu saja yang memberikan potensi keuntungan terbesar seperti reksadana saham atau saham, karena tujuannya untuk jangka panjang.
4. Buat prioritas
Bagaimana bila ternyata pemasukan tidak sebesar rencana pengeluaran? Prita manawarkan langkah membuat prioritas dengan menggunakan metode ZAPFIN. Konsep ini merupakan cara yang sangat mudah untuk membuat prioritas dalam anggaran. Setiap pendapatan yang diterima, sebaiknya digunakan dengan pembagian Zakat, Assurance, Present Consumption, Future Spending dan Investment.
[ Read More.. ]

Tak Ingin Isi Kantong Tekor? Begini Cara Mengaturnya

Mike Rini Sutikno,konsultan perencana keuangan memberikan tips dalam perencanaan keuangan agar terwujudnya keluarga sehat dan bahagia. Wanita yang akrab disapa Mike ini mengingatkan agar kaum ibu tak usah takut berbelanja.
Belanja yang dimaksudnya adalah mengalokasikan pendapatan untuk hal-hal yang diperlukan. "cermatlah berbelanja. Mengelola keuangan sebenarnya adalah fokus pada apa yang dibelanjakan, bukan berapa bersar belanjaannya," katanya, dalam talkshow di Jakarta.
Ia menyarankan agar menganggarkan dana untuk hal-hal yang penting terlebih dahulu. "Pertama, sisihkan untuk investasi atau tabungan, baru setelah itu untuk kebutuhan lain," katanya.
Setelah mengalokasikan untuk investasi, maka kebutuhan lain yang wajib harus ditunaikan lebih dulu, seperti membayar cicilan, membayar premi asuransi, dan belanja kebutuhan dapur.
"Kalau masih ada sisa, silakan digunakan untuk belanja yang lain, bahkan dihabiskan juga tak apa  karena kita sudah menganggarkan untuk hal yang penting terlebih dulu," ungkap penulis buku dan kolumnis di beberapa media massa ini.
Agar lebih teratur, ia mengingatkan dalam keluarga harus ada pembagian tanggung jawab dalam hal keuangan antara suami istri. "Suami bayar apa, istri bayar apa harus didiskusikan," katanya.
[ Read More.. ]

Sumber Pemborosan Tiap Hari

Tanpa sadar sehari-hari kita melakukan pemborosan. Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

1. Telat bayar tagihan
Denda dengan jumlah yang kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa. Jika lembar tagihan belum datang dan tenggat tagihan sudah dekat, sebaiknya hubungi perusahaan bersangkutan untuk mengetahui jumlah tagihan. Apalagi untuk kartu kredit, terlambat bukan hanya membayar denda, tapi juga bunga.

2. Pembelian yang tidak masuk akal
Sering wanita membeli pakaian yang terlalu besar dengan niat membawanya ke tukang jahit. Atau sebaliknya, terlalu kecil dengan harapan suatu saat akan pas di badan setelah diet habis-habisan. Percayalah, hampir sebagian besar kasus ini tidak akan berakhir sesuai rencana. Kemungkinan Anda terlalu sibuk untuk membawa baju tersebut ke tukang jahit atau tak sempat melakukan diet sehingga baju tersebut hanya akan menjadi penghuni abadi lemari Anda.

3. Terlalu sering makan di luar
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Bukan berarti Anda dilarang makan di luar atau ngopi-ngopi bersama teman usai bekerja. Tetapi ketahui batasan Anda dan jika sudah melebihi jatah bulanan, mau tak mau kompensasikan dengan mengurangi pengeluaran lain. Misalnya sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

4. Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Jika Anda harus naik dari lantai dasar ke lantai 6 untuk menuju ATM bank Anda sedangkan di depan mata ada ATM bank lain, jangan mudah tergoda. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya. Pelajari penawaran dari bank Anda. Beberapa bank menawarkan transaksi gratis dengan syarat tertentu.

5. Pembelian impulsif
Diskon atau promosi kartu kredit seringkali menjadi titik lemah para wanita saat berbelanja. Promosi beli satu dapat satu ekstra, potongan harga jika berbelanja dengan jumlah tertentu, atau hadiah spesial dengan pembelanjaan khusus seringkali merupakan penawaran yang sulit ditolak. Memang kedengarannya klasik, tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jika Anda belum bisa membayangkan menggunakan benda tersebut lebih dari dua kali, sebaiknya lupakan saja niat membeli. Bayangkan ada berapa barang di lemari Anda yang belum pernah dipakai, bahkan sekali pun.

6. Benda sekali pakai
Karena ada acara olahraga di kantor, Anda memaksakan diri membeli celana olahraga baru atau membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema pernikahan kawan. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

7. Menggunakan kendaraan untuk jarak dekat
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dengan menggunakan bensin serta kendaraan untuk jarak yang bisa dicapai dengan kaki. Selain hemat, Anda juga membantu mengurangi polusi akibat asap kendaraan.

8. Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika sedang tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru akan terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.
[ Read More.. ]

Cara Aman Belanja Online

Kecanggihan teknologi mempermudah semura orang dalam melakukan segala aktivitas, termasuk berbelanja. Saat ini belanja online merupakan salah satu aktivitas masyarakat, karena selain mudah, kadang harganya juga lebih murah ketimbang di toko.

Namun, Anda tetap harus melakukan aktivitas ini secara aman, karena tidak bertemu secara langsung dengan penjual dan pembayaran juga dilakukan lewat tranfer dana. Jadi harus lebih berhati-hati.

Agar belanja online Anda tetap aman, berikut beberapa cara aman belanja online:

Belanja di toko online terpercaya

Dengan situs belanja Online terpercaya Anda bisa melakukan transaksi dengan aman. Jika ingin mencoba situs baru, lakukan pengamatan atau riset mengenai alamat situs yang menyediakan toko online, anda bisa cek alamat atau kontak person.

Jangan berikan semua data pribadi


Jangan terlalu mudah memberikan data pribadi anda,seperti KTP, SIM, Kartu Kredit, ATM, Rekening dan Nomor HP anda. Apalagi menggunakan kartu kredit anda untuk situs yang tidak memiliki SSL (secure sockets layer).

Cek pengiriman

Sebelum memutuskan untuk berbelanja online di sebuah situs anda harus mengecek perusahaan pengiriman apa yang mereka gunakan. Tanyakan apakah sistem belanjanya bisa mengirimkan bukti yang via email dan print.

Selalu ubah Password

Gunakan password yang berbeda di setiap transaksi, hal ini untuk mengantisipasi adanya pencurian data. Bersihkan data komputer/temporary yang anda gunakan untuk belanja online, hal ini untuk menghapus semua data yang telah anda kirimkan ke toko online tersebut.

Semoga bermanfaat!
[ Read More.. ]

Anda Gila Belanja?Awas Ini Gangguan Psikologis

JALAN-jalan ke mal, masuk satu butik ke butik lain sambil menenteng barang-barang belajaan pasti sangat menyenangkan. Sepatu branded keluaran terbaru, tas dengan model yang lagi happening, baju, aksesori dan barang fashion lainnya.
Saat belanja sih nggak terasa kalau uang sudah terkuras dan berubah jadi aneka barang. Apalagi, kalau pakai sistem gesek. Entah itu pakai kartu debit maupun kartu kredit. Setelah sampai ke rumah dan dihitung-hitung, rupiah yang keluar ternyata lumayan fantastis.
Kalau pakai kartu debit mungkin masih bisa mengetatkan ikat pinggang sampai akhir bulan, beda dengan kartu kredit yang tentu saja masih harus mencari cara mendapatkan uang untuk membayar tagihan.
Menurut Evy Rakryani, psikolog Batam Medical Centre, pada dasarnya wanita adalah makhluk yang selalu ingin tampak menarik. Kecenderungan ingin menarik perhatian dan keinginan tampil beda seringkali berdampak berbeda pada wanita.
"Secara natural wanita itu pecinta keindahan. Jadi bila berhadapan dengan barang-barang yang indah sering terpengaruh. Hal tersebut tak masalah asalkan masih dalam batas normal," ujarnya.
Wanita yang akrab dipanggil Evy ini menjelaskan, apabila wanita belanja di luar kendali maka hal tersebut harus diwaspadai. "Gangguan perilaku ini sering disebut shopaholic. Dalam istilah psikologinya orang tersebut menderita obsesif kompulsif. Orang tersebut baru bisa nyaman apabila diwujudkan dengan tindakan yaitu belanja," jelasnya.
Lalu bagaimana agar tak terjebak dengan ritme shopaholic? Evy menyarankan sebaiknya ada komitmen dari diri sendiri untuk bisa mengatasi gangguan tersebut. "Buatlah rancangan keuangan dan sesuaikan dengan budget dan berkomitmen untuk terus mematuhinya," kata dia.
Selain itu, Mbak Evy melanjutkan orang shopaholic butuh bantuan orang sekitar untuk mengontrol dirinya seperti sahabat atau pun suami. "Kecenderungan orang shopaholic tidak bisa mengontrol diri. Karena itu untuk sementara dibutuhkan bantuan dari orang-orang sekitarnya," ungkapnya.
"Temani mereka ketika berbelanja atau sedang memilih barang. Sehingga mereka bisa diingatkan apabila tidak terkontrol. Hal ini harus dilakukan untuk sementara waktu. Hingga Anda bisa mengontrolnya," tutupnya.
[ Read More.. ]

Ingin Punya Kartu Kredit, Pikir Dulu!

Memiliki kartu kredit sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, pada tahun 2007 pengguna Kartu Kredit sebesar 9,1 juta orang. Pada akhir tahun 2011 mengalami kenaikan hingga 14,7 juta orang.
"Sayangnya jumlah pengguna kartu kredit tidak sejala dengan pembayaran yang dilakukan kepada bank. Banyak transaksi pembayaran kartu kredit yang macet," ujar Puji Atmoko, Ketua Tim Pengawasan Sistem Pembayaran BI dalam acara Talkshow di Demang Restoran, Jakarta, Senin (6/2)
Dalam Talkshow yang diselenggarakan Brava FM dan Media Indonesia ini, diungkapkan pemerintah dalam hal ini BI telah menerbitkan revisi Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).
Salah satu dari peraturan itu adalah, orang bisa memiliki kartu kredit bila gajinya minimal Rp3 juta. Bila memiliki lebih dari dua kartu kredit, maka jumlah plafon hanya tiga kali gaji pengguna kartu kredit.
"Peraturan ini diterbitkan untuk melindungi nasabah. Karena dulu banyak nasabah dengan gaji dibawah dua juta bikin kartu kredit, ketika harus bayar kesulitan. Ini yang kita hindari," tambah Puji.
Puji sedikit memberi masukan bagi calon pengguna kartu kredit;
1. Jika gaji belum Rp3 juta sebaiknya tidak usah memiliki kartu kredit.
2. Anda masih bisa menggunakan cara pembayaran yang lain seperti kartu debit.
3. Jika sudah memiliki kartu kredit, sebaiknya tertib dalam membayar minimun payment, sehingga Anda tidak membayar bunga berbunga di bulan-bulan ke depannya.
[ Read More.. ]

Sabtu, 04 Februari 2012

Balita Sering Pegang Kemaluan! kenapa yah?

Santi (bukan nama sebenarnya) gundah. Balitanya yang baru berusia empat tahun sering dipergoki sedang memegang kemaluannya saat minum susu atau menonton televisi. Bahkan, dia juga coba-coba mengintip Santi yang sedang berganti pakaian. Santi pun mulai bertanya-tanya, apakah tindakan anaknya ini normal dan bagaimana dia harus menyikapinya.
Menurut psikolog anak, Elly Risman Musa, anak mengalami perkembangan yang berbeda. Ada tahapan kognitif yang berkaitan dengan bertambahnya pengetahuan. Orang tua wajib mengembangkan pengetahuan anak terutama yang berkaitan dengan tata tertib, sopan santun, dan akhlak. Balita harus diberi pemahaman yang benar tentang hal yang baik dan buruk.
Aspek perkembangan lain yang juga berkembang pada balita adalah aspek psikososialnya. Anak harus mandiri dan berkembang harga dirinya pada masa ini. Oleh karena itu, kata Elly, seorang balita selayaknya memiliki kegiatan yang cukup menyalurkan energinya dan menyita perhatiannya sehingga ia tidak terpicu untuk memanipulasi kemaluannya.
Pada masa balita, lanjut Elly, anak memiliki minat pada diri dan produk dalam dirinya. Jika tidak disibukkan dengan kegiatan yang dapat mengembangkan kognitifnya dan kemandiriannya, ia akan terfokus pada kemaluannya. Hal ini terkadang diperkuat oleh kurangnya perhatian orang tua pada anak sehingga anak merasa tidak aman (insecure). ''Anak melakukan rangsangan pada kemaluannya karena merasakan sensasi yang menyenangkan dan ingin mengulangnya kembali,'' kata Elly dalam satu konsultasi.
Jika orang tua tidak memberi respons pada tingkah lakunya dengan cara yang benar, anak akan terus mengulangnya. Untuk itu orang tua harus menegur anak dengan cara yang bijaksana yaitu dengan memegang tangan anak sambil memberi alasan mengapa ia tidak boleh memainkan kemaluannya.
Biasanya anak akan bereaksi dengan kemarahan atau justru malu. Temani anak pada saat saat ia memainkan kemaluannya dan berbicara atau bercerita sehingga perhatiannya terfokus pada Anda. Jika anak merasa diperhatikan dan merasa aman, tingkah laku yang menyalurkan ketidaknyamanannya dengan memainkan kemaluannya lama kelamaan hilang. ''Anak juga perlu diberi kesempatan untuk bermain yang menguras energinya seperti berlari, main sepeda, dan main bola agar ia sudah lelah menjelang tidur dan saat minum susu,'' lanjut Elly.
Mengenai rasa ingin tahu anak pada lawan jenis adalah hal yang wajar. Tindakan si anak yang mengintip hanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya dan bukan karena dorongan seksual. Anak sedang menyambung-nyambungkan pengetahuannya.
Namun, yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah jangan memberi peluang pada anak untuk melihat aurat ibu atau adik perempuan. Hindari mandi bersama anak dengan jenis kelamin yang berbeda. Jagalah matanya dari melihat tontonan yang kurang baik untuk ukuran anak seusianya.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/lho-si-balita-suka-pegang-kemaluan-mengapa-ya-050438355.html
[ Read More.. ]

Berhenti Merokok, Raup Ratusan Juta Rupiah!

Anda merokok? Berapa bungkuskah rokok yang Anda habiskan dalam sehari? Dua, tiga atau lima? Mari kita berhitung, berapakah ongkos dari tiap rokok yang Anda bakar dan kebulkan setiap hari.
Andai saja, harga sebungkus rokok sekitar Rp 10 ribu. Boleh jadi, ini adalah perkiraan terendah karena harga sebungkus rokok saat ini bisa mencapai Rp 13 ribu. Bila Anda menghabiskan sekitar dua bungkus rokok saja setiap hari, ini berarti Anda menghabiskan sekitar Rp 20 ribu untuk kegemaran Anda satu itu.
Sekali lagi, andai saja, Anda memutuskan berhenti merokok saat ini juga, mari kita hitung berapa keuntungan yang Anda dapatkan dari keputusan bijaksana ini?
Dalam satu hari saja, Anda dapat menghemat sekitar Rp 20 ribu. Kalikan angka ini dalam satu bulan, maka Anda dapat memperoleh 'keuntungan' sekitar Rp 750 ribu.
Lagi-lagi, andai saja, Anda berniat memasukkan dana Rp 750 ribu itu dalam berbagai produk investasi, sebut saja investasi pada reksadana saham syariah, siap-siap saja terkejut.
Dengan estimasi imbal hasil sekitar 18 persen yang Anda tanamkan selama 10 tahun, Anda boleh berbangga hati karena bisa mendapatkan, ehem, sekitar Rp 240 jutaan. Bayangkan, bila angka yang berhasil Anda hemat ternyata lebih besar dari perkiraan di atas.
Jadi, siapa bilang mendapat ratusan juta hanya mimpi di siang bolong? Tekadnya, cuma satu: berhenti merokok.
[ Read More.. ]

Anak Jago Komputer Sejak TK? Jangan Bangga Dulu, Berdampak Negatif, Lho

Mengajari anak memakai komputer, internet, atau ponsel, ternyata tidak selamanya baik. Ada kecenderungan, anak-anak yang lebih dini mengenal kecanggihan teknologi komunikasi ini akan punya kemampuan dan keterampilan sosial dan empati yang lebih rendah.
''Saat ini jika anak kecewa, ada kecenderungan mereka menarik diri, marah, mudah putus asa atau frustrasi. Sekarang toleransi anak-anak juga  rendah,  kata  psikolog RSUP Dr Sardjito dan dosen psikologi Fakultas Kedokteran UGM, Dr Indria Laksmi Gamayanti, Kamis (2/1).
Belum lagi bila anak bisa mengeksplorasi situs porno. Meskipun ahli teknologi informasi mengatakan ada proteksi, situs porno terbukti masih dapat diakses oleh anak-anak. ''Ada kejadian seorang guru memberi tugas kepada anak untuk mencari sebuah informasi di internet, tetapi ternyata yang keluar situs porno. Ada klien saya cerita, anaknya yang baru berusia enam tahun, mendapat kiriman video mesum artis,'' ungkap psikolog perkembangan ini.
Karena itu Gamayanti tidak setuju apabila anak TK dan SD sudah belajar komputer dan siswa disuruh mengakes sendiri. Dia pun menyarankan agar proses belajar menarik dan hidup, sebaiknya menggunakan LCD proyektor. Atau, lebih baik hanya guru yang menggunakan komputer serta menjelaskannya, sedangkan murid melihatnya.
[ Read More.. ]

Ciuman Saat Valentine Berisiko bagi Kesehatan

Bulan Februari dianggap sebagai bulan cinta. Tak heran memang, mengingat bulan ini ada perayaan hari Valentine atau hari kasih sayang. Namun, sebaiknya Anda dan pasangan jangan merayakannya.

Para ilmuwan mengingatkan setiap pasangan untuk tidak melakukan bentuk ungkapan kasih sayang, seperti ciuman pada saat perayaan Valentine yang akan jatuh pada 14 Februari mendatang. Hal ini disebabkan bulan ini merupakan musim puncak untuk penyakit menular.

"Pertengahan Februari biasanya merupakan musim puncak untuk penyakit menular, seperti flu babi (H1N1), pilek dan flu serta mononucleosis," ungkap Jorge Parada, direktur medis penyakit menular dari Loyola University Health System yang dilansir melalui indianexpress, Jumat (3/2).

Perubahan cuaca dan suhu sering disalahkan atas timbulnya batuk dan pilek musiman. Namun kenyataannya, pilek, batuk dan flu merupakan penyakit menular yang disebarkan melalui perpindahan virus dari satu orang ke orang lain.

"Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan stres bagi tubuh, melemahkan pertahanan dalam melawan infeksi dan inilah yang membuat kita lebih rentan," tambahnya.

Parada menambahkan tak hanya berciuman yang dapat menyebarkan virus flu. Hari valentine selalu identik dengan keromantisan, sehingga banyak pasangan yang memilih untuk berbagi minum dari gelas yang sama atau makan dari satu garpu dan sendok, yang tanpa disadari telah terjadi perpindahan virus.

"Manusia dapat mengirimkan beberapa virus melalui air liur. Garpu, sendok, gelas atau serbet itu dapat bertindak sebagai jembatannya," papar Parada.

Parada menyarankan agar setiap pasangan melindungi dirinya sendiri dan orang yang dicintai dengan menghentikan penyebaran virus kepada orang lain.
[ Read More.. ]

5 Hal Penting dalam Pernikahan

Pernikahan umumnya dipandang sebagai langkah untuk memperbaiki hidup, status dan menuju satu kebahagiaan. Tentunya pemikiran itu sah-sah saja dan semua orang mengharapkan satu kebahagiaan.
Namun ada lima hal pemikiran yang kontra antara pria dan wanita yang mungkin bisa menjadi permasalahan penting dalam pernikahan dan menjadi penyebab hancurnya sebuah pernikahan jika Anda tidak siap, sebagaimana dikutip dari TimesofIndia, Kamis (2/2).

Tidak kesepian
Kesepian atau tidak, sama sekali tidak ada hubungannya dengan pernikahan. Karena banyak wanita umumnya ketika sudah menikah justru merasa lebih kesepian karena tidak bisa berkomunikasi baik dengan pasangan. Bagi mereka yang kesepian dan merasa pernikahan menjadi solusi, sebaiknya berpikir ulang tentang hal ini.
Kapan saja berhubungan seks
Hasrat seksual dan frekuensi tergantung pada libido, kompatibilitas dan penerimaan 'seks' antara kedua pasangan. Banyak pasangan yang justru kerap bertengkar sehingga saling benci dan tidak pernah melakukan hubungan seksual. Mungkin, salah satu dari antara mereka mengira dengan menikah bisa memuaskan hasrat seksual kapan saja, padahal tidak selalu begitu.
Haruskah tidak bekerja
Tidak sedikit dari wanita yang menyatakan berhenti bekerja saat akan menikah dan menyerahkan semua masalah ekonomi keluarga kepada suami. Sebaiknya, hal ini Anda bicarakan terlebih dahulu dengan pasangan sebelum menikah karena belum tentu dia setuju.
Bahagiakan keluarga besar
Banyak pasangan yang dikondisikan untuk memenangkan hati mertua dengan segera memberikan cucu. Namun, belum tentu usaha yang Anda lakukan berbalas. Jangan kecil hati, tetap beri hormat, cinta dan perhatian, tapi jangan berharap banyak.
Punya anak belum tentu memperbaiki masalah
Pasangan kerap merasa ketidakbahagiaan dalam pernikahan karena tidak mendapat restu orangtua. Lantas Anda berpikir dengan memiliki anak orangtua pasti menerima, tidak selalu pemikiran ini benar. Jadi, sebaiknya Anda dan pasangan berpikir matang apakah sudah benar-benar siap memiliki anak.
[ Read More.. ]

Jejaring Sosial Lebih Candu dari Rokok dan Alkohol

Melawan keinginan untuk tidak memeriksa situs jejaring sosial agar lebih update ternyata lebih sulit daripada menolak minum minuman beralkohol dan merokok, demikian hasil penelitian terbaru.
Temuan ini didasari pada survei yang dilakukan oleh peneliti dari University of Chicago Booth School of Business di Amerika terhadap 250 orang. Peneliti memberi peserta sebuah software untuk memasukkan 8.000 laporan tentang keinginan sehari-hari para peserta.
Peneliti menemukan tidur dan seks adalah dua hal yang paling diinginkan setiap orang sepanjang hari. Namun, hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam Psychological Science Journal ini menunjukkan hampir sebagian besar partisipan mengungkapkan mengecek situs jejaring sosial merupakan hal yang paling sulit untuk ditolak.
Sebagai perbandingan, peneliti menemukan keinginan akan minuman alkohol dan rokok jauh lebih rendah dibandingkan mengecek Twitter dan Facebook. Padahal keduanya merupakan jenis kecanduan yang paling populer.
Penelitian yang dipimpin oleh Wilhelm Hofmann ini mengatakan tuntutan kehidupan modern membuat banyak orang sulit untuk mengontrol diri.
Semakin partisipan menahan diri untuk tidak memeriksa timeline atau menulis status update di jejaring sosial, maka akan semakin memperbesar keinginan mereka untuk mengaksesnya.
"Seiring berjalannya waktu, keinginan dan kontrol diri seseorang menjadi rendah, sehingga upaya untuk menahan godaan agar tidak membuka situs jejaring sosial lebih mungkin gagal," ungkap Hoffmann, seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis (2/2).
[ Read More.. ]